Menu

Pondok Herbal

  1. Tips Menu Sahur dan Berbuka Puasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    14454 0 0

    Sebagai umat muslim, tentu saja kita ingin melaksanakan ibadah secara sempurna. Begitupula dalam menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil/menyusui. Sebagian ibu hamil/menyusui memang ada yang tidak menjalankannya, namun bagi bunda yang berniat dan sangat ingin sekali menjalankan ibadah puasa, bunda harus memperhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka puasa.

    Menurut saya pribadi, tidak berpuasa bagi ibu hamil/menyusui memang tidak salah. Islam memang mudah, namun bukan berarti kita bisa seenaknya mempermudah sesuatu urusan apalagi hal itu datangnya dari Allah bukan? Maka dari hal itu, bagi ibu hamil/menyusui boleh tidak berpuasa apabila kondisinya darurat. Misal, kondisi bunda atau jabang bayi tidak sehat sehingga tidak memungkinkan untuk menjalankan puasa, maka bunda boleh tidak menjalankannya asal diganti puasanya di hari dan bulan selain bulan Ramadhan + membayar fidyah.

    Dan bagi bunda yang tetap ingin berpuasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya asupan makanan yang harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna. Ingat bunda, dengan menjalankan ibadah puasa setidaknya kita mengajarkan ibadah kepada Allah kepada calon buah hati kita sejak dini, yakni sejak masih dalam kandungan. Dan hal lain yang perlu diperhatikan bagi bunda yang berpuasa adalah, jangan memaksakan diri ketika bunda sudah merasa tidak sanggup untuk berpuasa. Misal, merasa sangat pusing serasa mau pingsan, lemas tak berdaya dan kondisi lainnya. Karena Allah melarang umatnya untuk menganiaya diri sendiri. Jadi ketika bunda sudah merasa tidak sanggup, segeralah berbuka.

    Dan bagi bunda yang masih merasa bingung tentang menu sahur dan berbuka nanti, simak tips dan triknya di bawah ini:

    Sahur

    • Pilih makanan yang mencukupi 4 sehat 5 sempurna. Komposisi yang seimbang adalah 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak. Makanan yang mengandung karbohidrat, misalnya nasi, gandum; makanan yang mengandung protein tinggi umpamanya daging, ayam, tahu/tempe.

    • Usahakan ada sayuran dan buah dalam menu sahur supaya BAB lancar dan tidak terjadi sembelit. Biasanya menu sahur kurang serat sehingga urusan ke belakang jadi tak lancar. Padahal, BAB yang tidak lancar berpotensi menyebabkan gangguan seperti wasir pada ibu hamil.

    • Minum susu sangat disarankan untuk menambah kekuatan. Tetapi, bila kadar gula darah ibu hamil/menyusui tergolong tinggi, sebaiknya minum susu plain atau boleh ditambah pemanis yang aman/disarankan.

    • Makanan pedas memang menggugah selera, apalagi untuk sahur. Tapi ingat, makanan yang terlalu pedas tidak disarankan untuk ibu hamil/menyusui. Kalaupun ingin makanan yang pedas, sebaiknya tidak berlebihan.

    • Jangan lupa minum suplemen (bila memang ada suplemen yang harus diminum) dan banyak minum air putih.

    • Sebaiknya makan sahur tidak dilakukan terburu-buru. Konsekuensinya, ibu harus bangun lebih awal. Apalagi untuk ibu menyusui, pastikan si kecil dalam keadaan kenyang sehingga tidak terbangun/menangis saat ibunya makan sahur.

    Segeralah Berbuka

    Tak heran kalau menjelang buka puasa, berbagai makanan disiapkan karena perut terasa sangat melilit. Apalagi menjalani puasa saat hamil/menyusui, pastilah lebih lapar/haus karena asupan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagi dengan janin/anak yang sedang disusui. Berikut tip-tip buka puasa yang sehat:

    • Awali buka puasa dengan makanan yang hangat dan manis. Sebaiknya jangan langsung minum es karena bisa menyebabkan kembung akibat produksi asam lambung yang meningkat. Tetapi, bila wanita hamil/menyusui harus membatasi makanan/minuman manis, sebaiknya pilih pemanis yang aman.

    • Jangan langsung makan makanan berat. Sebaiknya berikan jeda dengan shalat Maghrib terlebih dahulu, sehingga sistem pencernaan tidak serta-merta dipaksa bekerja keras setelah beristirahat seharian.

    • Disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah, saat berbuka puasa. Makanan tinggi serat akan dicerna dalam waktu lama sehingga lambung bisa bersiap secara bertahap.

    • Sebaiknya jangan berbuka sampai kekenyangan sebab hanya akan mengundang kantuk.

    • Pola makan 3 kali sehari tetap bisa dilakukan dengan makan makanan ringan, seperti roti, puding, atau makanan kecil setelah shalat tarawih atau sekitar pukul 9 malam.

    • Perbanyak minum air putih di malam hari.

    Jangan lupa utk berdo’a meminta kemudahan kepada Allah dalam menjalankan ibadah puasa, karena hanya Allah Ta’ala yang mampu menguatkan kita sehingga mampu berpuasa meskipun dlm kondisi lemah karena sedang hamil atau menyusui. Oleh karena itu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mencontohkan kepada kita utk berdoa:

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً. رواه ابن حبان

    “Ya Allah tiada kemudahan melainkan sesuatu yang Engkau jadikan mudah, & Engkau menjadikan kesusahan, bila Engkau kehendaki bisa menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban dlm kitab Shahih-nya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351. Al-Hafizh berkata: Hadits di atas sahih, & dinyatakan shahih pula oleh Abdul Qadir Al-Arnauth dlm Takhrij Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi, lihat Hisnul Muslim-red)

    Fidyah

    Kata Ustadz Yusuf Mansur, jika bunda hamil atau menyusui bisa membayar fidyah dengan kemungkinan bahwa bunda khawatir terhadap keadaan diri sendiri. Contoh, bunda merasa pusing, lemas, karena asupan makanan berkurang. Maka dalam hal ini, bunda wajib membayar fidyah. Namun jika yang dikhawatirkan adalah keadaan sang bayi/anak, maka bunda tidak perlu membayar fidyah. Wallahu'alam...

    Last Edited by Mugni Agnina Rysna at